Kamis, 15 Juli 2021

Strategi Menkes Untuk Menjaga Ketersediaan Oksigen, Dikutip Dari Berbagai Berita Medis Online Nasional

Strategi Menkes Untuk Menjaga Ketersediaan Oksigen, Dikutip Dari Berbagai Berita Medis Online Nasional

Indonesia yang sedang berjuang melawan Covid ternyata harus dibenturkan dengan berbagai permasalahan lain. Bukan sekedar mencegah penyebaran virus, namun pemerintah harus berjuang mencukupi suplai oksigen. Sejak lonjakan kasus Covid diberitakan di seluruh media medis online nasional, keberadaan oksigen juga ikut menipis. Lantas bagaimana strategi Menkes? Berikut informasinya. 

Langkah Mutakhir Jaga Ketersediaan Oksigen

Kelangkaan tabung oksigen membuat rumah sakit kelimpungan untuk mensuplai kebutuhan pasien. Belum lagi pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah juga membutuhkan oksigen. Alhasil, jumlah tabung oksigen di pasaran semakin menipis. Padahal, orang yang membutuhkan tabung oksigen bukan hanya yang terinfeksi Covid 19 saja.

Melihat kondisi di lapangan yang semakin parah, Menteri Kesehatan Indonesia, bapak Budi Gunadi Sadikin membeberkan tiga strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan suplai oksigen. Strategi yang ditempuh ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang sedang berjuang melawan Covid 19. 

Adapun langkah pertama yang akan diambil adalah membuka impor oksigen dari luar negeri melalui Kementerian Perindustrian. Dengan begitu, jumlah oksigen dalam negeri akan bertambah. Berita terkini yang beredar, Indonesia mengimpor  600 hingga 700 ton oksigen per harinya. Nilai tersebut diharapkan bisa segera mengatasi krisis yang saat ini terjadi. 

Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng perusahaan perusahaan besar yang ada di Indonesia untuk ikut serta memenuhi kebutuhan oksigen. Adapun kuota yang diharapkan mencapai 360 sampai 460 ton per hari. Sedangkan cara ketiga yang juga hendak dilakukan adalah dengan mengimpor oksigen konsentrator. 

Oksigen konsentrator sendiri merupakan jenis oksigen yang dapat dipasang di rumah sakit. Alat tersebut memungkinakn rumah sakit untuk memproduksi oksigen dari udara. alhasil kebutuhan oksigen di rumah sakit bisa tercukupi secara mandiri. Harga perangkat tersebut adalah sekitar 600 hingga 800 dollar Amerika Serikat. 

Lebih lanjut, Bapak Budi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengimpor 40.000 ton oksigen likuid cair dalam waktu dekat untuk mengantisipasi lonjakan Covid 19 yang jauh lebih besar. Kemudian dikutip dari laman media berita terkini, Bapak Jokowi telah setuju bahwa Indonesia mengimpor 50.000 unit oksigen konsentrator. 

Teknik Pruning Untuk Atasi Sesak Nafas

Melihat jumlah pasokan oksigen yang menipis, teknik pruning bisa menjadi salah satu jalan yang layak untuk dicoba. Teknik ini bisa meredakan sesak nafas pada pasien tanpa harus menggunakan tabung oksigen. Teknik ini bersifat pertolongan pertama sebelum bantuan berupa oksigen tabung bisa didapatkan. Akan tetapi, jika kondisi pasien sudah parah tentu tidak dapat banyak membantu.  

Adapun langkah untuk melakukan teknik ini adalah dengan berbaring dalam posisi tengkurap. Dengan begitu, fungsi paru paru bagian belakang atau yang ada di bagian punggung bisa lebih ditingkatkan. Dengan begitu, pasokan oksigen yang bisa diedarkan ke seluruh tubuh dapat mengalami peningkatan. Alhasil, rasa sesak dapat teratasi meskipun tidak menggunakan tabung oksigen. 

Berbagai media medis online nasional pun sudah banyak yang menjelaskan bahwa pruning cukup membantu. Saat pasien sedang tengkurap, selipkan bantal di area leher, panggul, dan kaki. Kemudian mintalah pasien untuk tidur menyamping dengan bersandar pada tumpuan bantal. Biasanya pasien akan merasa lega karena fungsi paru parunya mengalami peningkatan.

Demikianlah ulasan terkait dengan langkah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pasokan oksigen bagi para penderita Covid 19. Selain itu, telah dijelaskan pula bahwa teknik pruning dapat menjadi pertolongan pertama saat pasien mengalami sesak napas. Dari penjelasan tersebut, anda bisa mempraktekkannya sambil menunggu pertolongan datang. 

0 komentar:

Posting Komentar