Senin, 14 Juni 2021

Menjadi Penyebab Sholat Tidak Sah, Apa Saja Macam Macam Hadas? Berikut Informasinya!

Menjadi Penyebab Sholat Tidak Sah, Apa Saja Macam Macam Hadas? Berikut Informasinya!

Mendulang banyak pahala dapat dilakukan dengan rajin beribadah. Akan tetapi, anda harus tahu bahwa dalam beribadah terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keabsahannya. Hal tersebut salah satunya disebut dengan hadas. Orang yang hendak beribadah harus suci dari berbagai hadas. Lantas tahukan anda apa saja macam macam hadas? Berikut informasinya!

Apa yang Dimaksud dengan Hadas?

Pernahkah anda mendengar kutipan berbunyi kebersihan adalah sebagian dari iman? Kalimat tersebut tentu sudah familiar untuk didengar. Ngomong ngomong soal kebersihan, terdapat sebuah kondisi tubuh dalam keadaan tidak suci yang menyebabkan tidak sahnya berbagai ibadah dalam Agama Islam. Kondisi tersebut dikenal dengan nama hadas.

Orang yang memiliki hadas wajib melakukan mensucikan diri dengan berwudhu dan mandi besar. Kedua cara ini digunakan sesuai dengan jenis hadas yang melekat pada tubuh mereka. Apabila dirinya sudah terbebas dari hadas,  barulah segala kegiatan ibadah yang hendak dilakukan akan dinilai sah dan mendapat pahala.

Istilah hadas kerap kali disamakan dengan najis, padahal kedua kondisi ini tidaklah sama. Dari segi hakikat, najis merupakan perkara zhahir yang artinya bisa dilihat seperti air kencing dan darah. Akan tetapi, hadas merupakan perkara yang maknawi dan terjadi di dalam tubuh. Macam macam hadas juga terbagi menjadi dua tergantung perkaranya.  

Jenis Jenis Hadas

Hadas sejatinya terbagi menjadi dua macam, yaitu yang sifatnya besar dan kecil. Kedua jenis hadas ini wajib diketahui oleh umat Islam. Secara umum, para ulama didukung ahli ilmu fiqih telah menyepakati bahwa yang termasuk dalam hadas kecil adalah buang air kecil, kentut, buang air besar, dan mengeluarkan mazi dan wadi dalam keadaan sehat. 

Selain itu, kondisi tidur dengan punggung atau pantat yang tidak menempel di alas permukaan, hilang akal atau gila, bersentuhan dengan lawan jenis, serta menyentuh kemaluan merupakan hal hal yang dapat dikategorikan sebagai hadas kecil. Hal tersebut menyebabkan orang yang melakukannya harus bersuci kembali.

Kembalinya seseorang ke kondisi suci dari hadas kecil sangat perlu dilakukan, terutama oleh umat muslim. Langkah ini sangat penting karena saat memiliki bermacam macam hadas, mereka tidak diperbolehkan untuk melaksanakan sholat, melakukan tawaf, dan membaca Al-Quran. Jika tetap memaksakan diri untuk beribadah maka hukumnya tidak sah.

Selain hadas kecil, ada yang disebut dengan hadas besar. Hadas ini berada di seluruh badan. Alhasil orang yang memilikinya harus membersihkan seluruh tubuhnya dengan mandi wajib atau mandi besar. Tanpa melakukan hal tersebut, mereka tidak dapat melaksanakan berbagai perkara seperti membaca Al-Quran, sholat, berpuasa, tawaf, bahkan masuk ke dalam masjid.

Lantas dalam kondisi apakah seseorang bisa masuk dalam kondisi hadas besar? Mereka adalah orang yang mengeluarkan mani dalam keadaan sadar maupun mimpi basah, berhubungan badan, haid, dan nifas. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kondisi tersebut, hanya saja dalam Islam diwajibkan bagi mereka untuk mensucikan diri sebelum beribadah. 

Pada intinya macam macam hadas baik yang kecil maupun besar harus dihilangkan dengan cara bersuci. Ketentuan ini sudah menjadi pedoman bagi seluruh muslim di dunia untuk mematuhinya. Akan sangat disayangkan apabila ibadah yang anda lakukan tidak terhitung menjadi amalan baik. Kegiatan tersebut malah akan sia sia dan tidak membawa berkah. 

Informasi yang telah disebutkan tadi diharapkan dapat menambah pengetahuan anda tentang salah satu syarat sah beribadah dalam agama Islam. Sebenarnya, selain untuk tujuan mendapat pahala, bersuci dari hadas juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Jika kondisi tubuh selalu bersih, maka kuman tidak akan mudah menginfeksi.  

0 komentar:

Posting Komentar