Jumat, 29 Januari 2021

Keluhan Masalah Psikologi Yang Sering Muncul Di Masa Pandemi

Keluhan Masalah Psikologi Yang Sering Muncul Di Masa Pandemi
 
Kondisi pandemi yang terus berlanjut dengan adanya penambahan jumlah kasus positif menyebabkan berbagai kegiatan harus dilakukan secara terbatas. Himbauan untuk berada di rumah aja juga memungkinkan seseorang harus belajar maupun bekerja secara daring. Hal ini bahkan telah banyak mempengaruhi kondisi psikologi setiap orang. Berikut selengkapnya.

Beberapa Masalah Mental Pada Masa Pandemi

1. Hambatan Belajar

Penerapan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran covid 19 menyebabkan perubahan bentuk pendidikan secara jarak jauh. Dalam hal ini, sekolah bekerja sama dengan para orang tua untuk menerapkan model pembelajaran online dengan menyediakan bahan belajar mandiri. Tentunya, perubahan yang dilakukan secara cepat ini tidak selalu bisa diterima dengan mudah.

Beberapa daerah yang menerapkan sistem ini ada yang memiliki keluhan tidak efektif karena beberapa siswa kurang mampu belum memiliki gawai. Begitu pula, siswa juga ada yang mengeluh tentang kesulitan memahami materi dan rasa bosan terhadap kegiatan belajar yang diterapkan. Akibatnya, beberapa anak ada yang sekedar mengerjakan ketika belajar online.

Selain itu, penggunaan gawai dengan berbagai fasilitas menyenangkan ini juga memiliki efek candu kepada penggunanya. Beberapa siswa bahkan ada yang lebih menyukai untuk bermain game menggunakan gawai daripada belajar. Oleh karena itu, kondisi ini membutuhkan peran orang tua untuk membantu belajar dan memfilter penggunaan gawai kepada anak.

2. Keluhan Stres

Batasan berbagai kegiatan mengharuskan semua aktivitas dilakukan di rumah. Hal ini tentu dapat mengubah suasana rumah yang biasanya menjadi tempat beristirahat terpenuhi dengan beban pekerjaan yang berat. Anak-anak yang seharusnya bisa sekolah dan bertemu dengan teman juga merasa kecewa terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

Begitu pula, orang tua yang biasanya hanya menanggung pekerjaan saja kini telah beralih memiliki pekerjaan ganda. Yaitu harus membantu anak untuk belajar hal yang sulit dimengerti ketika belajar secara daring. Tentunya, kondisi tersebut dapat memicu keluhan stres yang bisa dirasakan oleh setiap orang.

3. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan juga ditemukan pada beberapa orang terdampak pandemi covid-19. Pasalnya, tim satgas IPK yang melakukan survei menggunakan metode penelitian tertentu menemukan masalah yang satu ini. Beberapa orang bahkan ada yang merasa cemas, khawatir dan takut yang berlebihan terhadap berbagai hal yang terjadi di masa pandemi.

4. Mood Swing

Mood swings juga dialami beberapa orang di masa pandemi ini. Berbagai kegiatan yang dilakukan secara terbatas telah banyak mempengaruhi suasana hati semua kelompok usia. Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia juga menemukan 57,6% dari masyarakat yang melakukan pemeriksaan telah teridentifikasi gejala depresi.

5. Keluhan Somatis

Nyatanya, kondisi mental seseorang dalam menghadapi masalah pandemi yang tak kunjung usai ini juga berdampak pada keluhan somatis. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya merasakan sakit secara fisik di sekujur tubuh karena kondisi mental. Beberapa orang bahkan ada yang merasa sakit kepala, lelah, sakit pencernaan dan lain sebagainya.

Seseorang bahkan ada yang mengalami masalah menstruasi tidak teratur karena kondisi ini. Parahnya, kondisi tersebut pun tak mudah diatasi dengan beberapa obat tertentu. Seseorang dengan masalah psikologi ini perlu melakukan terapi kognitif perilaku pada beberapa pertemuan. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat anti-depresan untuk mengembalikan kesehatan mental.

masalah mental bisa menjadi masalah serius apabila dibiarkan. Oleh karena itu, beberapa kegiatan positif dapat dilakukan semasa pandemi demi untuk mencegah terjadinya permasalahan di atas. Anda bahkan dapat menghadirkan ruangan yang nyaman, mengkonsumsi makanan bergizi, berolahraga dan saling berbagi cerita dengan keluarga.

0 komentar:

Posting Komentar