Selasa, 15 Desember 2020

Mengulik Jenis Dan Fungsi Geotextile Yogyakarta Disini

Mengulik Jenis Dan Fungsi Geotextile Yogyakarta Disini

Bencana yang pernah terjadi seperti tanah longsor dan likuifaksi membuat para pekerja teknik sipil semakin menyadari pentingnya penguatan tanah sebelum membangun bangunan di atasnya. Tentunya, penguatan tanah yang digunakan menggunakan geotextile Yogyakarta adalah hal yang bisa dilakukan untuk perkuatan tanah lunak. Yuk simak selengkapnya disini.

Mengenal Fungsi Geotextile Untuk Ketahanan Bangunan

Penggunaan geotextile disadari dengan melihat kondisi tanah yang terdapat di sekitar laut atau sungai mudah terkikis oleh air. Dalam hal ini, karung yang diisi oleh pasir terbukti mampu menghalangi kondisi pengikisan air. Oleh karena itu, penggunaan lembaran sintetis telah banyak digunakan untuk mengatasi risiko satu ini.

Bahkan, lembaran yang tipis, berpori dan fleksibel tersebut telah terbukti ampuh untuk menstabilkan dan memperbaiki kondisi kekuatan tanah. Selain itu, cara ini juga telah terbukti mampu menguatkan tanah yang lunak dan mudah terkikis. Bahkan, kegiatan ini dapat dilakukan untuk meningkatkan konstriksi yang digunakan dalam menahan beban berat seperti jalan rel dan dinding penahan.

Jenis Geotextile Yang Bisa Digunakan Untuk Meningkatkan Kekuatan Tanah

Untuk menunjang kegiatan konstruksi ini, geotextile Yogyakarta bahkan telah menghadirkan beberapa jenis geotextile untuk anda. Penggunaan konstruksi yang satu ini dapat dilakukan dengan menghadirkan beberapa timbunan tanah. Anda juga bisa menggunakan timbunan tersebut untuk pondasi tiang, tanah yang lunak dan tanah yang rawan subsidence.

Geotextile yang dihadirkan untuk menunjang konstruksi bangunan ini adalah geotextile woven dan geotextile non woven. Meski memiliki bahan yang berbeda, kedua alat ini pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu dapat mencegah kondisi tanah yang gembur dan lunak menjadi lebih kokoh. Sehingga, bangunan yang didirikan di atasnya tidak lagi khawatir akan rusak.

Salah satu jenis geotextile yang paling banyak digunakan adalah geotextile woven atau teranyam. Alat ini pada dasarnya terbuat dari polypropylene. Bahan yang dihadirkan dalam pembuatan alat yang satu ini hampir menyerupai karung beras. Meski demikian, geotextile Yogyakarta yang satu ini berbahan sintetis dan berwarna hitam.

Penggunaan alat yang satu ini biasanya dilakukan dengan melapisi seluruh permukaan tanah. Tentunya, lapisan ini sangat kuat dalam menarik permukaan tanah. Oleh karena itu, tanah yang lunak akan menjadi lebih keras karena penarikan yang ditimbulkan. Selain itu, tanah yang sudah dilapisi dengan alat ini juga tidak akan terjadi penurunan.

Meski alat tersebut terbukti memiliki penarikan yang lebih kuat, tetapi geotextile non woven juga memiliki banyak kelebihan dalam menjaga kekuatan tanah. Alat yang terbuat menggunakan filter fabric ini juga mampu menjadikan tanah lebih kuat. Begitu pula, bahan tersebut memiliki fungsi lain seperti penyaringan air yang melewatinya.

Alat yang satu ini bahkan dapat berhasil melindungi tanah agar tidak mudah terbawa oleh air. Tentunya, lapisan permeabel yang dimiliki hanya bisa menyaring air dan memastikan partikel air tidak akan terbawa. Bahkan, geotextile Yogyakarta berbahan ini juga sering digunakan dalam proyek drainase bawah tanah sebagai sistem penyaringan.

Selain itu, geotextile non woven juga sering dimanfaatkan untuk pembangunan jalan yang memiliki tanah yang lunak. Tentunya, sistem ini dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan raya akibat kondisi dasar tanah yang lunak. Begitu pula, teknik yang satu ini juga bisa dimanfaatkan dalam mencegah tanah longsor di daerah lereng.

Geotextile sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan tanah agar selalu dalam keadaan kuat. Hal ini tentu bisa mencegah berbagai konstruksi bangunan yang ada di atasnya, maupun mencegah terkikisnya tanah akibat adanya aliran air. Untuk mendapatkan alat yang satu ini, anda dapat menghubungi CV Pasti Jaya cabang Yogyakarta. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar