Kamis, 24 Desember 2020

Ingin tahu 4 Jenis Wayang Punakawan? Yuk Cek di Padukata.com

Ingin tahu 4 Jenis Wayang Punakawan? Yuk Cek di Padukata.com

Sekarang ini pertunjukan wayang sudah sangat jarang diadakan, sebab seiring berkembangnya zaman wayang tidak banyak digemari oleh anak-anak yang hidup di era milenial ini. Biasanya adat Jawa ini sangat disukai oleh orang yang sudah berumur. Namun, anda tidak perlu bingung untuk mencari tahu tentang sesuatu yang berkaitan dengan Bahasa Jawa, anda dapat mengunjungi website materi Bahasa Jawa.
 

Jenis Wayang Punakawan yang Harus Anda Ketahui

1. Semar

Wayang semar merupakan salah satu tokoh yang sangat terkenal. Dalam spiritual Jawa wayang ini diyakini sebagai simbol ke-Esaan. Wayang semar sendiri memiliki bentuk fisik dengan kepala dan pandangan yang mendongak keatas. Pasalnya hal ini ditujukan sebagai pengingat manusia agar selalu ingat Tuhannya.

Kain khusus yang digunakan sebagai aksesoris pelengkap pada wayang semar adalah kain Semar Parangkusumorojo. Kain ini diartikan sebagai simbol penegak kebenaran dan keadilan di muka bumi. Wayang semar juga mempunyai tampilan jari yang menunjuk kebawah agar mengingatkan bahwa seseorang harus memiliki keinginan kuat jika ingin menciptakan sesuatu. Mata sipitnya juga menyimbolkan ketelitian dan keseriusan.

2. Gareng

Wayang punakawan selanjutnya adalah wayang gareng yang merupakan putra angkat tertua dari semar. Gareng diketahui sebagai anak dari jin Gandawara. Nama lengkapnya adalah Nala Gareng. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai wayang gareng anda dapat mengunjungi situs Padukata.com.

Gareng digambarkan sebagai tokoh yang memiliki fisik tidak lengkap. Kakinya yang dibuat pincang mengekspresikan bahwa dia harus sangat berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Tangan patahnya juga digambarkan sebagai anak yang tidak suka mengambil milik orang lain. Gareng juga mempunyai cacat mata yang artinya bahwa sebagai manusia anda harus melihat dan memahami kenyantaan yang ada.

3. Petruk

Petruk Kanthong Bolong disebutkan sebagai nama lengkap dari wayang petruk. Kanthong bolong diartikan sebagai tokoh yang sangat sabar. Hal ini digambarkan pada bagian perutnya. Petruk juga memiliki bagian tubuh serba panjang yang berarti dia adalah sosok yang berpikir panjang dalam mengatasi masalah. Agar lebih jelasnya anda dapat membuka website materi Bahasa Jawa lainnya.

Dalam sebuah kisahnya, Petruk pernah menghilangkan jimat Kalimadasa punya Pandawa yang telah dititipkan oleh Bambang Irawan kepadanya. Namun, untungnya Petruk dapat menemukan jimatnya kembali dan dia juga meminta maaf kepada Pandawa. Ini dapat disimpulkan bahwa tokoh Petruk mengingatkan pada manusia agar berhati-hati dan berani mengakui kesalahannya. 

4. Bagong

Punakawan yang paling muda adalah wayang bagong yang dibuat dengan badan pendek, gemuk serta mata dan mulutnya yang besar. Sifat dari wayang ini adalah lancang, jujur, dan sakti. Kemunculannya sangatlah unik, sebab dia muncul dari bayang-bayang Gareng dan Petruk ketika mereka meminta teman kepada bapaknya. Anda dapat membuka di Padukata.com untuk memahami lebih dalam lagi. 

Bagong juga kerap sekali tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Dari sikap tergesa-gesa tersebut, justru mengajarkan manusia untuk selalu memperhitungkan apa yang akan diperbuat agar tidak seperti Bagong. Sosok Bagong ini juga memberikan pelajaran bahwa manusia di dunia mempunyai berbagai sikap dan perilaku bahkan tidak semuanya baik. Karenanya, manusia harus saling toleransi.

Sesuai dengan ulasan diatas ada beberapa macam karakter wayang punakawan yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan yang terakhir adalah Bagong. Masing-masing dari mereka memiliki ciri, watak, dan sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu anda bisa memahami berbagai macam sifat yang dimiliki manusia sehingga dapat bermasyarakat dengan baik.

0 komentar:

Posting Komentar