5 Tips Parenting untuk Mencegah Anak dari Temper Tantrum


5 Tips Parenting untuk Mencegah Anak dari Temper Tantrum

Temper tantrum sama dengan ledakan amarah yang terjadi pada anak-anak. Ledakan tersebut acapkali disebabkan oleh hal-hal yang bisa memicu konflik. Mungkin gara-gara niat Anda ingin anak lebih disiplin, tapi akhirnya malah saling bertengkar. Lantas, bagaimana tips parenting yang paling cocok untuk mencegah terjadinya temper tantrum lebih lanjut?

1. Hidupkan Selera Humor Anak
Pada dasarnya, si kecil itu punya respons yang tinggi terhadap apa pun. Ketika ia lagi marah-marah atau teriak-teriak, jangan dulu diajak bercanda. Nanti dikira Anda tengah menertawakannya. Kalau mau marahnya lekas berhenti, tersenyumlah untuknya. Senyum yang tulus akan membuat si kecil menganggap Anda peduli padanya.

Kebanyakan orang dewasa justru bertingkah kekanak-kanakan. Ketika si kecil lagi marah, malah diledek. Jika dibiasakan, ia juga akan hal yang sama sewaktu tumbuh besar. Ketika sudah tenang, barulah diajak bercanda bareng teman ataupun keluarga. Biar semangatnya balik. Upayakan si kecil tetap tenang dan lakukan sikap ini jika marahnya mulai kambuh.

2. Berikan Apresiasi Positif
Namanya juga masih anak-anak, ya. Setiap hal yang ia lakukan selalu membutuhkan persetujuan. Pada titik ini, seharusnya Anda bisa memenangkan perhatiannya. Kalau tidak, nanti dia akan mencari perhatian pada orang lain. Baik pada waktu ia bermain maupun sudah bersekolah bareng teman-temannya.

Jika si kecil mendapat nilai baik, pujilah ia. Ketika ia meminta izin untuk bermain, berilah izin jika berdampak positif dalam hidupnya. Pada waktu ia bermain sendiri, temanilah ia dan duduk di sampingnya. Setiap pribadi yang masih anak-anak selalu butuh perhatian lebih dari orang tuanya.

3. Berikan Pilihan yang Memungkinkan
Tips parenting untuk mencegah temper tantrum ini wajib diterapkan pada situasi apa pun. Biarkan ia memilih baju sehari-hari, mainan, sampai hal-hal yang ia sukai lainnya. Dengan begitu, ia jadi tidak lagi merasa dikekang orang tua. Soalnya ia masih diberikan kesempatan untuk mengontrol kehidupannya sendiri.

4. Selalu Bersikap Jujur Padanya
Untuk mencegah temper tantrum, poin keempat ini juga wajib diterapkan. Baik pada waktu ia marah ataupun menangis. Biar tidak menjadi kebiasaan. Jangan sampai menjanjikan hal-hal yang tidak ada hanya karena Anda ingin ia tenang. Dengan upaya menyogok semacam itu hanya akan membuat si kecil lebih sering melanggar aturan dan memberontak.

5. Gunakan Nada yang Ramah
Nada yang ramah bukan berarti Anda memanjakannya. Terutama ketika Anda tengah meminta si kecil untuk melakukan sesuatu. Jangan sungkan-sungkan untuk mengucapkan kata “tolong” sebelum ia melakukan apa yang Anda minta. Ketika sudah selesai, ucapkan “terima kasih” sebagai bentuk apresiasi.

Jika tips parenting di atas betul-betul diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka temper tantrum pun bisa dicegah. Si kecil yang terbiasa diapresiasi secara positif akan tumbuh menjadi pribadi yang positif pula. Bukan tidak mungkin, jika ia sudah dewasa dan punya anak, juga akan menerapkan hal yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar