Ingin Membuat Rumah Tumbuh? Perhatikan 3 Hal Ini!

Ingin Membuat Rumah Tumbuh? Perhatikan 3 Hal Ini!

Rumah tumbuh adalah salah satu model rumah yang sudah ada sejak lama. Maksud dari rumah ini adalah rumah yang dibangun secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup panjang. Biasanya, orang membuat rumah model ini karena keterbatasan biaya dan berasal dari orang yang masih muda atau keluarga yang jumlah anggotanya hanya sedikit.

Rumah tumbuh ini bisa dibangun baik ke samping ataupun ke atas. Pembangunan rumah ini bisa disesuaikan dengan bujet yang Anda miliki serta banyaknya anggota keluarga yang ada. Namun, untuk membangun sebuah rumah tumbuh, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan. Apa saja? Cek jawabannya di bawah ini!

1. Tentukan Arah Pengembangan Rumah Nantinya
Jika Anda ingin membangun sebuah rumah tumbuh, sebelumnya Anda harus mengetahui ke mana Anda akan mengembangkan rumah tersebut nantinya. Apakah akan ke samping atau horizontal, atau ke atas alias vertikal. Ini harus dilakukan sejak awal perencanaan pembangunan rumah.

Tujuannya agar pekerjaan berjalan lancar dan sesuai rencana. Bila Anda ingin membangun rumah ke atas, maka pondasi yang dimiliki harus kuat. Sedangkan bila Anda ingin membangun rumah tumbuh ke samping, lahan yang dimiliki harus luas. Selain itu, Anda juga harus konsisten dengan arah pengembangan rumah nantinya.

Jangan sampai di tengah jalan Anda mengganti arah pengembangan. Bila sebelumnya Anda mengembangkan rumah ke samping dan tiba-tiba ingin ke atas, bagaimana bila pondasi rumah Anda tidak terlalu kuat? Bisa-bisa roboh. Sebaliknya, bila tiba-tiba ingin ke samping tapi lahan tidak mencukupi, rumah Anda akan jadi tak menyenangkan nantinya.

2. Rencanakan Bahan Bangunan
Setelah menentukan arah pengembangan rumah ke depannya, selanjutnya pilihlah bahan bangunan yang sesuai. Pilihlah bahan bangunan dengan teliti sesuai arah pengembangan rumah Anda. Sebaiknya, konsultasikan rencana Anda dengan keluarga atau kenalan di bidang pembangunan rumah sebelumnya agar tidak salah pilih.

Setelah itu, lakukanlah survei ke berbagai toko bahan bangunan dan bandingkan harganya. Pilihlah bahan bangunan yang berkualitas baik meskipun harganya cukup tinggi. Jangan tergiur dengan toko bangunan yang menawarkan harga miring. Bisa-bisa barang yang ditawarkan adalah barang tidak berkualitas atau barang retur.

Bila dana yang Anda miliki tidak cukup untuk membeli seluruh kebutuhan bahan bangunan, maka beli dulu seadanya dan bangunlah rumah tumbuh Anda seadanya juga. Jika ada bahan bangunan bekas yang kualitasnya baik, tak masalah Anda pilih juga. Bahan bangunan bekas ini bukan berarti yang sudah jelek, namun barang yang masih kuat tapi tidak terpakai.

3. Perhitungkan Inflasi
Oleh sebab pembangunan rumah dilakukan secara bertahap, itu artinya dana yang Anda keluarkan bisa lebih besar. Kenapa bisa begitu? Inflasi jawabannya. Anda perlu memperhitungkan laju inflasi untuk memperkirakan anggaran biaya Anda dalam membangun rumah tersebut ke depannya.

Dalam RAB yang Anda buat untuk mengembangkan rumah ke depan, tambahkanlah nilai 5 hingga 10 persen kenaikan per tahunnya. Nilai ini diperhitungkan sesuai harga bahan yang makin naik dan upah tukang yang makin naik pula. Dengan adanya tambahan perkiraan inflasi ini, maka Anda bisa memperhitungkan kenaikan biaya yang harus dikeluarkan.

Itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat ingin membuat rumah tumbuh. Rumah tumbuh memang menjadi salah satu solusi untuk Anda yang memiliki anggota keluarga yang makin bertambah dengan dana awal pembangunan yang sedikit. Oleh karena dibangun bertahap, Anda harus perhatikan semua hal agar pengembangan rumah bisa maksimal.  

0 komentar:

Posting Komentar